Demam Bisnis atau Tren Bisnis?

Anda pasti sudah sering mendengar mengenai demam batu akik yang beberapa saat lalu sangat populer. Namun, kini, kabar dari batu yang banyak dicari orang bahkan berharga hingga ratusan juta Rupiah ini semakin hilang ditelan waktu. Hal inilah yang terjadi pada kondisi yang disebut demam bisnis.

Tentunya antara demam bisnis dan tren bisnis sangatlah berbeda, dan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demam bisnis merupakan suatu kondisi yang hanya terjadi sementara.

Kondisi ini memang menghadirkan kegembiraan dan rasa luar biasa terhadap orang yang menjalaninya maupun yang terlibat didalamnya. Pada umumnya, saat Anda tertarik untuk mengikuti demam ini, hal ini terjadi akibat Anda terpengaruh oleh orang-orang disekitar Anda, seperti teman atau keluarga Anda.

Hal terpenting yang harus Anda cermati adalah demam ini hanya berlangsung sementara. Jadi, bila Anda terlalu fokus pada hal ini, maka bisnis yang Anda bangun tidak akan dapat bertahan lama. Demam bisnis hanya berjalan sementara karena demam tidak akan dapat memenuhi kebutuhan orang yang terkena. Hal ini berbeda dengan tren bisnis.

Tren bisnis merupakan suatu kondisi yang terjadi tidak secara instan. Tren bisnis terjadi setelah melewati satu rentang waktu yang cukup lama. Dan, tren yang terjadi merupakan kondisi yang dapat memenuhi kebutuhan orang pada satu waktu tersebut.

Seiring berjalannya waktu, tren bisnis ini akan terus menguat karena fungsi yang diberikan untuk manusia masih sangat dibutuhkan. Bahkan, seiring waktu, produk yang Anda buat berdasarkan tren, dapat menjadi lebih berharga karena masih banyak konsumen Anda yang menggunakannya.

Memang, tren akan meredup seiring waktu, tetapi hal ini berlangsung untuk sementara. Saat kondisi yang sama dimana produk tersebut dibutuhkan, maka tren ini akan kembali naik dan bangkit.

Banyak orang yang kebingungan dengan demam dan tren bisnis yang terjadi. Pada umumnya, kebingungan mereka berasal dari banyaknya orang yang sebelumnya menggunakan produk demam bisnis beralih ke produk tren bisnis.

Jadi, produk tren bisnis seolah terlihat seperti produk yang naik akibat adanya demam produk tersebut. Sebenarnya, mantan dari penderita demam bisnis ini, akhirnya menyadari bahwa produk dari tren bisnis inilah yang lebih bermanfaat untuk mereka.

Pada dasarnya, saat Anda ingin memulai bisnis dan membuat produk baru, salah satu hal yang harus Anda lakukan adalah melakukan riset pasar. Dari riset pasar ini, Anda akan menemukan berbagai informasi, termasuk kebutuhan dari konsumen yang menjadi target pasar Anda.

Informasi akan kebutuhan dari konsumen Anda inilah yang dapat dikatakan sebagai tren yang terjadi. Bila Anda memanfaatkan hal ini dengan memberikan produk yang tepat, maka bisnis Anda pun dapat berjalan lancar.

Tentunya, bila Anda hanya bergantung pada tren bisnis yang ada, bisnis Anda tidak akan bertahan. Anda juga harus menciptakan tren baru. Artinya, membidik satu hal yang dibutuhkan konsumen, tetapi belum dilirik oleh pelaku bisnis lain.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *