Fungsi Media Pembelajaran

Secara sederhana pengertian dari media pembelajaran adalah setiap alat atau benda yang dipakai guru untuk menstimulasi kecakapan, atensi, perasaan dan pikiran siswa sehingga mereka bisa lebih paham dengan materi yang disampaikan pengajar.

Dalam artikel ini kita akan membahas lebih spesifik mengenai manfaat atau fungsi dari media pembelajaran, berikut di antaranya:

Peran Media Pembelajaran

Sebelum masuk pada fungsi, berikut merupakan beberapa peran dari media dalam pembelajaran:

  1. Penyampain isi dalam pembelajaran bisa lebih jelas tergambar dan tidak terlalu lisan.
  2. Keterbatasan dalam hal sarana, ruang dan waktu bisa teratasi.
  3. Media pembelajaran yang bermacam-macam bisa membuat siswa lebih aktif dan dinamis.
  4. Siswa lebih bisa menguraikan teori abstrak menjadi nyata atau konkret.
  5. Semangat belajar siswa bisa meningkat karena media pembelajaran yang menarik.

Fungsi Khusus Media Pembelajaran

  • Fungsi Kompensatori yakni fungsi yang mampu menyediakan sarana bantuan kepada siswa yang kurang cakap dalam mencerna materi pelajaran, baik itu materi yang berupa teks maupun visual.
  • Fungsi Afektif, yakni fungsi yang memberikan bantuan berupa kenyamanan batin pada siswa saat mendapatkan sebuah materi.
  • Fungsi Atensi, merupakan fungsi media pembelajaran untuk menarik perhatian murid dalam suatu materi, sehingga mereka bisa lebih fokus dan mengerti mengenai pembelajaran yang berlangsung.
  • Fungsi Kognitif, adalah fungsi yang bisa membuat siswa lebih gampang dalam mengingat dan mengerti isi pelajaran.

Simak juga pembahasan mengenai pendidikan di tripven.

Fungsi Umum Media Pembelajaran

Menyentuh emosi siswa

Dengan adanya media pembelajaran yang interaktif dan berkesan, emosi siswa mengenai suatu hal akan tersentuh. Contohnya adalah siswa bisa akan mudah termotivasi apabila mereka disodori mengenai manfaat belajar giat seperti masa depan cerah, banyaknya uang, dapat bebas membeli sesuatu karena pintar dsb. 

Selain itu siswa juga akan tersentuh emosinya apabila mereka diberikan video media pembelajaran berupa siswa lain di pelosok negeri Indonesia, untuk bersekolah saja harus menyeberang sungai dengan jembatan yang rusak dan menakutkan. Dengan media pembelajaran sejenis, siswa juga bisa didorong untuk memiliki jiwa pancasila dan berkarakter kuat.

Menolong siswa dalam memahami pelajaran

Cara agar siswa bisa lebih efektif dalam memahami materi pelajaran adalah dengan menyediakan media pembelajaran. Meskipun begitu guru harus menyeleksi ketat media apa yang cocok untuk ditampilkan kepada siswa agar mereka bisa memahami materi yang diajarkan. Caranya bisa dimulai dengan menentukan tujuan pembelajaran, jenis media, cara penyampaian dan model pembelajaran.

Memicu keaktifan siswa

Kerap kali dalam pembelajaran yang jenisnya satu arah, ditambah guru tidak kreatif maka akan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terasa hambar dan membosankan. Hal tersebut menjadikan siswa enggan untuk memperhatikan apalagi untuk merespon pembelajaran yang diterangkan oleh guru.

Dengan adanya penggunaan media pembelajaran yang beraneka ragam dan interaktif, menjadikan aktivitas belajar di kelas menjadi lebih dinamis dan hidup, sehingga siswa secara bertahap mau untuk terlibat dalam pembelajaran.

Meminimalkan pembelajaran yang berpusat pada guru

Media atau alat pembelajaran merupakan pemecah kebuntuan apabila guru secara tidak sadar dalam pelaksanaan belajar mengajar terlalu satu arah atau berpusat pada guru. Dengan adanya media yang tepat guru bisa membuat siswa bergairah sehingga pendidikan bisa berpusat pada siswa. 

Salah satu cara agar pembelajaran bisa berpusat pada siswa adalah dengan membuat/memilih media yang bisa menimbulkan pertanyaan sehingga bisa membuka diskusi siswa setelah media ditampilkan. Contohnya adalah pada media pembelajaran pada peristiwa sejarah, penemuan sains, video tentang kemanusian dsb.

Memikat Perhatian Siswa

Media dan alat pembelajaran merupakan alternatif yang bisa digunakan agar siswa bisa terpikat dengan materi yang dirasa susah dan membosankan. Kenyataannya memang terdapat materi pelajaran yang susah dan sulit dipahami siswa, maka itulah peran guru menjadi penting untuk mendampingi siswa agar meraih suatu pemahaman.

Penyediaan media yang bisa membuat siswa paham adalah bisa dengan cara menyiapkan media atau alat yang mirip atau suatu yang bisa menganalogikan pesan dari isi materi pelajaran. Atau guru bisa memberikan contoh berupa video atau papan yang untuk menjelaskan sebuah materi ajar.

Siswa bisa menjadi lebih mudah dalam mengkategorikan informasi

Variasi media yang disajikan dalam bentuk PPT atau video yang dibuat dengan teliti dan menampilkan berbagai bagan, diagram dan grafik yang jelas bisa membuat siswa mengerti mengenai informasi yang didapat. 

Selain itu pengajar juga bisa memberikan beberapa analogi atau simbol yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa agar mereka bisa lebih mudah mengingat apa yang telah disampaikan dalam sebuah informasi dalam materi pelajaran.

Meningkatkan semangat siswa dalam belajar

Secara tidak langsung dengan adanya media dalam sebuah pelajaran akan mengakibatkan kondisi ruang kelas akan berubah, sehingga kelas yang tadinya monoton akan ada beberapa variasi.

Ini akan berdampak pada pikiran dan mental siswa sehingga mereka menjadi lebih segar karena diselingi dengan beberapa variasi informasi dalam pelajaran. Dengan variasi tersebut timbul suatu dinamisasi dalam belajar sehingga menimbulkan ketertarikan belajar yang berujung pada semangat belajar yang meningkat.

Menjadikan materi pelajaran lebih nyata atau konkret

Terdapat banyak sekali teori abstrak dalam mata pelajaran, terutama pada pelajaran matematika dan sains. Maksud dari abstrak itu sendiri adalah tidak nyata, atau sesuatu yang susah ditemui di dunia nyata.

Maka dari itu dengan adanya media pembelajaran, teori abstrak yang ada, bisa ditampilkan atau paling tidak bisa dianalogikan ke dalam bentuk yang lebih nyata agar siswa bisa lebih mudah mengingat dan paham.

Adanya Umpan balik dari siswa

Dengan adanya sesuatu yang baru dari informasi materi pelajaran, apalagi informasi tersebut dikemas dengan baik maka akan lebih menarik perhatian siswa. Perhatian tersebutlah yang menjadikan siswa menjadi lebih penasaran dan ingin mencari lebih jauh tentang suatu materi pelajaran.

Rasa ingin tahu inilah yang menjadikan siswa mau merespon dan timbul umpan balik untuk mengetahui lebih jauh tentang materi pelajaran. Walaupun umpan balik tidak terjadi dengan guru, setidaknya mereka pasti akan bertanya dengan teman sebayanya apabila rasa ingin tahu mereka telah terpicu.

Keterbatasan indera, ruang, sarana dan waktu bisa terpecahkan

Terdapat kejadian, objek, teori, konsep yang perlu diketahui siswa secara objektif dan tepat sasaran. Salah satunya adalah dengan menyediakan media pembelajaran yang sesuai, contohnya adalah guru bisa menyajikan dokumenter sejarah jika ingin memberikan pelajaran mengenai kemerdekaan Indonesia. 

Atau bisa menyajikan video melelehnya es di kutub utara karena pemanasan global karena banyaknya penebangan hutan, polusi dll, yang mengakibatkan banyak satwa punah.

Leave a Reply