Konsep Green Building

Konsep green building semakin dirasakan urgensinya dari waktu ke waktu seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan semakin terbatasnya energi dan kian mahalnya harga listrik juga air dan sumber daya alam lainnya yang ada.

Membuat bangunan green building juga tak bisa asal-asalan, seperti mengecat bangunan menjadi berwarna hijau atau asal menggunakan bahan dari kaca sebanyak-banyaknya dan lain sebagainya, namun ada kriteria dan ciri-ciri tertentu yang harus dipenuhi, seperti hal-hal berikut ini.

Efisiensi Penggunaan Energi Listrik

Efisiensi dalam hal penggunaan listrik ini bisa dicapai dengan melakukan penyusunan rancang desain bangunan yang cermat dan tepat, yakni dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti berikut ini.

Minim penggunaan lampu
Memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari sinar matahari agar sebanyak mungkin bisa masuk ke dalam ruangan. Tak perlu menggunakan lampu sama sekali di saat siang hari.

Minim penggunaan AC
Banyak ruangan terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik sehingga tak perlu menggunakan AC, udara di dalam ruangan sudah cukup sejuk. Arah hadap bangunan yang benar yakni yang tidak menantang arah datangnya sinar matahari sore akan sangat membantu meminimalisir kebutuhan penggunaan AC. Demikian pula dengan model ceiling atap yang meninggi akan juga bisa membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga suhu udara ruangan bisa menjadi lebih sejuk.

Efisiensi Penggunaan Air

Mesin cuci yang digunakan juga sistem pencucian piring selain sistem pencucian pakaian juga cuci kendaraannya dan lain sebagainya yang tidak akan memakan banyak air. Tak ada satupun kran air yang dibiarkan bocor dan adanya air yang mengalir terbuang secara sia-sia pada bangunan tersebut, dan juga tak ada limbah air yang terbuang percuma melainkan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berbagai keperluan yang lainnya, seperti air bekas untuk membilas cucian piring atau kendaraan dan lain sebagainya bisa dialirkan kembali untuk menyiram halaman, air hujan yang ada bisa ditampung dan digunakan untuk menyiram tanaman saat tidak musim hujan lagi dan lain sebagainya.

Mampu mengurangi dampak negatif dan buruk bagi lingkungan
Bangunan tidak dibangun dengan berbagai bahan material yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Mampu mengurangi dampak negatif dan buruk bagi kesehatan manusia
Tidak lagi menggunakan berbagai bahan material bangunan yang bisa mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan bagi manusia, yakni bisa dengan mengganti bahan cat dinding dengan bahan cat yang lebih ramah lingkungan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, dan lain sebagainya.

Efisiensi Penggunaan Lahan

Dalam pembangunannya maka bangunan berkonsep green building itu akan memakan lebih sedikit lahan, dengan secara optimal rancangan bangunannya, tanpa mengurangi berbagai fungsi yang dibutuhkan, dan tidak semua lahannya diperkeras, namun juga disediakan ruang terbuka hijau (RTH) yakni sekitar 30% dari luas keseluruhan lahannya.

Daur Ulang Limbah sehingga hanya akan Menghasilkan Sedikit Sampah
Berbagai sampah yang ada bisa didaur ulang dan juga dipilah-pilah berdasarkan jenis bahannya, lalu dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berharga, yakni seperti sampah organiknya bisa diolah menjadi pupuk bagi tanaman dan lain sebagainya. Dengan demikian maka green building tersebut akan menguntungkan bagi pelestarian alam

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *