Sistem Reproduksi Porifera

Sebelum kita memahami mengenai sistem reproduksi porifera, kita mesti perlu ketahui bahwa membicarakan mengenai sistem reproduksi tentunya akan bersinggungan dengan cara bereproduksi yang dilakukan oleh makhluk hidup.

Pada dasarnya ada dua cara utama yang banyak digunakan oleh makhluk hidup yaitu secara aseksual dan seksual. Atau yang pada tumbuhan lebih dikenal dengan cara vegetatif dan generatif. Namun ada salah satu jenis hewan yang dinamakan hewan diploblastik yang cukup sederhana yang dimana sistem reproduksinya menggunakan sistem seksual dan aseksual secara bergantian sehingga pada kondisi tersebut dikatakan porifera.

Hal tersebut dapat ditinjau dari lapisan tubuhnya yang hanya terdapat beberapa lapis sel. Namun, fungsi dan tugas dari setiap sel pada setiap lapisannya biasanya dikatakan cukup tertata dengan baik. Secara garis besar sistem reproduksi porifera dapat kita kategorikan menjadi dua bagian.

Aseksual

Pada dasarnya, perkembangbiakan aseksual sekilas mirip atau tidak jauh berbeda dengan perkembangbiakan vegetatif. Keduanya adalah hal yang memiliki pengertian yang sama. Kita selama ini mengenal beberapa perkembangbiakan vegetatif pada hewan yang bisa kita sebutkan.

Salah satu contoh dari perkembang biakan tersebut adalah Tunas. Cara perkembangbiakan ini merupakan salah satu cara yang digunakan oleh porifera. Sel tunas tersebut dihasilkan dari sel amebosit yang melepaskan diri dari inangnya. Ketika sel tersebut melepaskan diri maka akan membentuk sebuah jaringan hewan baru yang disebut sebagai tunas.Perkembangbiakan dengan cara ini bisa kita temukan pada berbagai jenis porifera baik yang terdapat pada air tawar maupun air asin.

Cara kedua yang bisa digunakan adalah fragmentasi. Cara ini biasanya dikatakan hampir mirip dengan cacing planaria. Terkadang air air yang cukup deras akan dapat menyebabkan patah pada bagian tubuh porifera yang kurang kokoh. Ketika patahan tersebut jatuh pada lokasi yang dirasa cocok dan memungkinkan untuk tumbuh, maka dari patahan tersebut akan muncul satu individu baru.

Gemula merupakan suatu cara penggunaan dalam sistem reproduksi porifera. Banyak yang mengatakan bahwa gemula adalah sebuah tunas penyelamat atau larva penyelamat. Hal ini dikarenakan gemula hanya akan diproduksi oleh porifera ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk bertahan hidup.

Gemula terbentuk dari sel arkeosit yang memiliki cadangan makanan dan dilindungi oleh sel amebosit. Bentuk dan kondisi dari gemula ini berbeda-beda setiap jenisnya. Ada yang membiarkan gemula mereka berenang dengan bebas, namun ada juga yang menyimpan gemula mereka untuk dapat bertunas lagi ketika kondisi perairan telah membaik.

Seksual

Sistem reproduksi seksual merupakan salah satu cara yang biasanya kita temukan pada proses perkembangbiakan generatif pada hewan. Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya. Ada hal yang harus kita garis bawahi yaitu porifera adalah hewan yang tergolong hemaprodit.

Dalam artian kita bisa menemukan sel sperma dan sel telur dalam satu indukan. Namun, perlu juga kalian ketahui bahwa porifera tidak memiliki gonad atau alat reproduksi. Sel sperma akan diproduksi oleh sel koanosit, sedangkan indung telur akan diproduksi oleh sel amebosit. Tapi, pembentukan sel sperma dan sel telur ini tidak dilakukan secara bersamaan.

Pelepasan sel sperma dengan sel telur sendiri bisa dikatakan cukup unik. Sel sperma akan dilepaskan melalui oskulum secara umum. Maka terkadang kita melihat beberapa jenis spons yang nampak seperti sedang merokok. Kemudian sel sperma tersebut akan ditangkap oleh bagian sel yang memproduksi indung telur.

Proses pembuahan dan perkembangan embrio ini akan terjadi pada lapisan mesohil. Setelah embrio tersebut dalam kondisi yang cukup dewasa kemudian akan dilepas oleh indukan tersebut.

Embrio dewasa ini bisa dikatakan masih memiliki ukuran yang cukup kecil. Kategori dewasa ini sendiri, adalah ketika embrio tersebut telah siap dan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berenang dan tumbuh secara mandiri pada tempat baru.

Mungkin itu saja informasi yang dapat kami bagikan mengenai sistem reproduksi porifera. Bisa dikatakan sistem reproduksi yang dimilikinya tak jauh berbeda dari sistem reproduksi yang lain. Hanya saja terdapat beberapa hal khusus yang membedakannya dari individu lain.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *