3 Poin Penting Sebelum Membuka Bisnis Warung Kopi

Tidak hanya orang tua saja, menikmati segelas kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup para anak muda. Mereka kerap menikmati sajian kopi sembari duduk berlama-lama dan ngobrol dengan teman-temannya. Peluang semacam inilah yang menjadikan bisnis warung kopi cukup menjanjikan karena konsumen sudah meluas mulai dari orang dewasa hingga kawula muda.

Jika anda berencana membuka kedai kopi atau warkop, setidaknya pelajari dulu persiapan apa saja yang harus dipenuhi. Sehingga nantinya bisnis warung kopi bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berkaitan dengan hal tersebut, ada tiga poin penting menjadi pertimbangan.

3 Poin Penting Ketika Membuka Bisnis Warung Kopi

Bisnis Warung Kopi

Siapa target konsumennya?

Penentuan konsumen akan mempengaruhi konsep kedai kopi, lokasi, dan fasilitas yang nantinya disediakan. Apabila menyasar kalangan anak muda, maka kedai kopi harus didesain sebagai tempat nongkrong yang nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti free wifi, TV, live musik, dan spot foto tertentu yang menarik. Intinya, sesuaikan dengan trend saat itu.

Apabila target konsumennya adalah kalangan umum, maka warung kopi dapat berupa bangunan permanen biasa, semi permanen atau memanfaatkan tenda. Tidak perlu menyediakan fasilitas yang banyak karena masyarakat umum biasanya hanya mampir sebentar untuk ngopi, berbeda dengan gaya anak muda. Lokasi yang dapat dipilih misalnya dekat pasar, terminal, stasiun, atau dekat rumah.

Apa saja menu pendamping kopi?

Menyeduh kopi saja memang sudah terasa nikmat, namun pembeli terkadang ingin mencicipi makanan lain sebagai pendamping kopi. Oleh sebab itu, rencanakan daftar menu apa saja yang nantinya ditawarkan kepada pembeli. Sebagai permulaan, maka sediakan menu yang bisa bertahan lama dan tidak mudah basi seperti camilan roti kering, kacang goreng, dan sejenis cookies/biskuit.

Apabila ingin membuat makanan seperti pisang goreng, singkong goreng, dan jenis gorengan lain maka jangan terlalu banyak, atau baru dibuat apabila pembeli memesan. Dengan begitu, tidak ada gorengan yang harus dibuang ketika tidak habis di hari itu. Saat usaha sudah berjalan lama dan memiliki pelanggan tetap, baru lakukan diversifikasi menu makanan.

Dari mana suppliernya?

Hal terpenting dari usaha warung kopi adalah supplier kopinya. Oleh sebab itu, pilihlah supplier yang menyediakan kopi sesuai dengan kebutuhan Anda. Kualitas kopi Indonesia tidak usah diragukan lagi, sehingga bisa dijadikan pilihan, seperti kopi Floress Manggarai, kopi Aceh, kopi Toraja, atau kopi luwak. Anda juga bisa langsung meninjau lokasi kopi tersebut diproduksi.

Namun, apabila terlalu memakan banyak waktu dan biaya, Anda bisa meminta bantuan teman yang sudah berpengalaman atau mencari informasi lewat internet, bisa juga dengan membeli franchise. Sebelum menjatuhkan pilihan, sebaiknya mintalah sampel terlebih dahulu kepada supplier sebagai bahan pertimbangan. Pilihlah jenis kopi yang mewakili karakteristik kedai kopi Anda sehingga pembeli akan mengenalnya sebagai menu andalan.

Memulai bisnis kedai kopi tidak harus memiliki modal yang besar karena usaha dapat dirintis secara perlahan. Jangan takut dan malu untuk membuka usaha diawali dengan gerobak atau tenda. Asalkan kopi yang disajikan memiliki cita rasa enak dan khas ditambah pelayanan yang ramah, maka banyak pembeli yang akan menjadi pelanggan tetap nantinya.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *