Cara Memulai Bisnis Properti

Ingin mendapatkan penghasilan yang besar? Maka tentu jika hal tersebut yang Anda harapkan, maka bisnis yang harus dijalankan adalah bisnis yang besar juga, salah satunya bisnis properti. Anda tetap harus memahami konsep bisnis bahwa, untung berbanding lurus dengan modal dan pangsa bisnis yang dijalankan.

Jika Anda tertarik untuk menjalankan bisnis properti, ada baiknya Anda pahami cara dan tips menjalankannya agar ketika bisnis Anda sudah waktunya berjalan, Anda tidak dibuat bingung karenanya. Jika Anda merupakan seorang pemula, beberapa cara memulai bisnis properti yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

Cara Bisnis Properti

Tentukan jenis bisnis properti Anda

Sebelum semuanya dimulai, Anda wajib menentukan dulu jenis bisnis properti Anda. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum Anda berpikir langkah selanjutnya yang bisa dikerjakan. Jadi sebelum semua bisnis properti Anda jalankan, Anda harus tentukan dulu semua jenis bisnis properti yang akan Anda bangun.

Saat ini sudah terdapat banyak jenis bisnis properti yang Anda bisa geluti mulai dari apartemen, rumah tapak, ruko, atau gedung kantor. Masing-masing dari jenis bisnis ini pun memiliki konsekuensi masing-masing yang dihadapi.

Dalam menentukan aspek dan kaidah investasi yang bisa diterapkan, Anda dapat menentukan apakah Anda hanya ingin investasi modal saja, membeli untuk dijual kembali atau membeli produk properti untuk disewakan.

Jika dalam investasi yang Anda inginkan, Anda perlu membeli produk properti untuk dijual kembali, maka Anda bisa tentukan ingin mendulang keuntungan dalam jangka panjang atau dalam jangka pendek. Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan jangka panjang, maka rumah tapak bisa Anda pilihan. Namun jika keuntungan jangka pendek yang Anda inginkan, maka apartemen atau rumah sewa dapat Anda jalankan.

Target pasar harus ditetapkan di awal

Pertanyaan utama untuk menentukan target pasar adalah siapa yang menjadi pembeli Anda. Apakah Anda membeli untuk pemilik rumah pertama, membeli untuk generasi milenial dan membeli untuk keluarga atau bisnis start up.

Semua itu perlu menjadi bahan pertimbangan tentunya. Dengan mengetahui apa produk properti yang akan Anda jual dan mengetahui juga apa target pasar, maka tentu saja bisa dipastikan Anda akan lebih mudah dalam memasarkan produk tersebut.

Kemungkinan untuk menanggung kerugian juga dapat diminimalisir, seperti yang sudah disebutkan bahwa untuk pasar properti, target yang paling baik dikejar adalah pria atau wanita di usia 35 tahun keatas dimana pada umur tersebut seseorang sudah mapan secara finansial.

Sementara jika yang Anda inginkan adalah generasi milenial, maka dalam upaya promosinya dibutuhkan strategi secara khusus yang diperlukan.

Lakukan pemantauan harga properti terbaik

Dalam melakukan pemantauan harga properti, tata caranya bisa dilakukan dengan berbagai macam. Anda bisa memanfaatkan internet, untuk mencari informasi tentang harga properti pada bidang yang Anda inginkan.

Anda juga bisa melihat potensi pasar dengan melihat iklan-iklan di media cetak untuk mendapatkan rata-rata harganya. Anda juga bisa bertanya dengan orang yang memang sudah berpengalaman untuk mencari tahu properti apa yang saat ini sedang naik dan properti apa yang saat ini sedang turun.

Dengan melakukan pemantauan harga properti, Anda juga bisa menentukan waktu yang paling tepat dalam melakukan penjualan atau pembelian. Anda bahkan juga bisa menentukan lokasi terbaik untuk melakukan prosedur investasi mengingat harga properti yang diperlukan juga tergantung atas lokasinya.

Tentu saja semakin strategis lokasinya maka harganya juga semakin tinggi. Informasi ini tentu akan menjadi informasi yang sangat berharga karena berapa jumlah modal yang diperlukan ada keterkaitan dengan lokasi produk properti yang Anda tawarkan.

Bagi Anda yang ingin mendirikan sebuah bisnis, internet akan sangat berguna untuk Anda. Jadi apapun bisnis yang Anda ingin dirikan, yang paling penting Anda lakukan adalah berusaha mengakrabkan diri dengan internet lebih dulu.

Dengan internet, tentu saja Anda bisa menemukan berbagai informasi berharga untuk merumuskan bisnis plan sekaligus dapat membantu memasarkan produk Anda. Bersama dengan bantuan internet, siapa saja juga bisa menjadi real estate agent.

Sehingga akan sangat wajar jika suatu marketplace properti sedikit melakukan revolusi pasar properti dunia. Bahkan setiap harinya terdapat berjuta-juta orang yang sudah mengakses internet hanya untuk urusan properti saja.

Skema pembayaran atas penjualan produk properti harus dipikirkan

Dalam menjual produk properti, skema pembayaran sangat penting karena tidak semua orang bisa membeli suatu produk properti secara cash. Jadi, konsumen harus memiliki cukup keabsahan dan juga fleksibilitas dalam membeli suatu produk.

Setidaknya terdapat sebanyak tiga skema pembayaran yang biasa digunakan dalam sebuah bisnis properti diantaranya hard cash atau tunai, cicilan ke pengembang dan kredit bank. Dari masing-masing skema ini, Anda bisa menerapkan harga dan promosinya sesuai kebutuhan.

Itulah beberapa langkah awal memulai bisnis properti yang bisa andajalankan. Pahami produk yang akan Anda jual dan atur segera skemanya seperti apa, agar keuntungan maksimal bisa didapatkan.

Cara Memasarkan Properti

Setelah membangun sebuah proyek, seorang developer atau sebuah perusahaan haruslah mempunyai strategi pemasaran yang handal agar produknya segera laku di pasaran. Mengingat saat ini persaingan di pasar dagang sangat ketat baik itu proyek properti maupun proyek yang lain sehingga mengharuskan seorang pebisnis memiliki strategi pemasaran yang sangat hebat agar tidak kalah bersaing dengan para penjual lain.

Saat ini perkembangan sebuah usaha utamanya properti sedang memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat sehingga persaingan bisnis dan perdagangan di pasar dagang produk properti pun juga semakin ketat saja. Hal ini lah yang menjadikan alasan mengapa setiap penjual harus memiliki strategi pemasaran yang bagus untuk produknya agar tidak kalah bersaing di pasaran barang tersebut.

Adapun beberapa startegi pemasaran yang dapat Anda coba untuk meningkatkan penjualan Anda adalah sebagai berikut ini.

Ready Stock

Strategi pemasaran yang pertama dan sering ada di pasaran maupun yang sering di gunakan oleh para penjual adalah mempunyai barang ready stock. Barang ready stok di sini berarti barang yang sudah tersedia untuk pembeli tanpa pembeli tersebut harus menunggu ketersediaan barang.

Strategi pemasaran satu ini bisa di bilang cukup efektif dalam menarik pelanggan karena dengan menyediakan barang yang ready stok maka pembeli dapat melihat bentuk dan kualitas dari barang tersebut. Hal ini juga berlaku pada penjualan unit rumah dimana jika menggunakan strategi pemasaran ready stok unit rumah akan lebih cepat terjual jika di bandingkan dengan sistem pre-order yang mana pembeli harus menunggu rumah tersebut jadi terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian terhadap unit rumah.

Inden

Sistem inden atau juga yang dikenal sebagai sistem pre order (PO) merupakan salah satu strategi pemasaran yang juga dapat Anda gunakan untuk memasarkan produk Anda. Berbeda dengan strategi pemasarn ready stock startegi pemasaran inden atau pre order (PO) ini mengharuskan calon pembeli untuk menunggu ketersediaan barang terlebih dahulu baru bisa menggunakannya.

Ada banyak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan startegi pemasaran inden ini diantaranya adalah:

  1. Jumlah kerugian lebih sedikit karena Anda tidak perlu menyediakan produk ready stock yang kemungkinan tidak akan terjual. Sehingga ketika Anda mendapat orderan Anda baru menyediakan produk tersebut.
  2. Pembeli lebih bisa menentukan barang seperti apa yang ingin di beli. Keuntungan sistem inden ini juga dapat di rasakan oleh calon pembeli karena pembeli dapat meminta atau pesan seperti apa produk yang di inginkan pembeli tersebut.
  3. Modal yang di gunakan tidak besar. Strategi pemasaran produk inden ini bisa di bilang tidak terlalu memerlukan modal yang besar di karenakan penjual atau developer tidak perlu menyediakan barang terlebih dahulu sebelum ada yang beli.

DP 0%

Selain strategi ready stock dan inden strategi pemasaran lainnya yang dapat di gunakan oleh seorang penjual atau developer adalah strategi pemasaran barang dengan DP 0%. Menggunakan strategi ini juga bisa berarti Anda membantu calon pembeli karena akan lebih ringan bagi pembeli untuk melunasi produk yang akan dia beli. Strategi pemasaran DP 0% ini di bagi menjadi beberapa tipe di antaranya adalah:

  1. Menaikan Plafon Kredit

Strategi DP 0% yang pertama adalah menaikan plafon kredit. Penaikan plafon kredit di sini berarti menambah atau menaikan fasilitas yang akan di terima pembeli meskipun melalui pembayaran kredit. Dengan melakukan penaikan pada plafon kredit maka orang yang tertarik dengan barang Anda akan semakin banyak di bandingkan dengan pihak lain yang plafon kreditnya rendah. Karena sebagian orang akan lebih tertarik dengan bonus banyak tetapi proses pembelian yang mudah.

  1. Pembayaran bertahap ke developer

Terkadang harga sebuah barang cukup mahal bagi seseorang apalagi jika barang atau produk tersebut merupakan produk perumahan ataupun properti yang tentunya memiliki harga ratusan juta. Dengan adanya sistem pembayaran bertahap ke developer maka akan semakin mudah Anda mendapatkan pembeli.

  1. Uang muka di subsidi developer

Anda juga dapat menawarkan uang muka yang di subsidi atau di beri oleh developer.

  1. Uang muka di tentukan konsumen

Dengan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menentukan uang muka yang akan di gunakan maka pembeli akan semakin mudah dalam menentukan proses pembelian produk tersebut.

  1. Uang muka di cicil

Strategi lain yang dapat Anda gunakan untuk program pemasaran produk adalah dengan memberikan keringanan berupa uang muka yang dapat di cicil sehingga pihak konsumen atau pembeli tidak akan merasa keberatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.