Pengertian Metagenesis Beserta Contohnya

Dalam ilmu biologi, kata metagenesis pasti pernah kita dapatkan. Metagenesis merupakan pergiliran cara bereproduksi makhluk hidup antara secara Seksual atau Aseksual. Pada beberapa organisme hanya memiliki kemampuan bereproduksi secara aseksual atau seksual saja.

Beberapa organisme mampu melakukan keduanya, namun tidak terjadi alur yang pasti. Artinya, jenis reproduksi tertentu lebih sering dilakukan dibanding cara lainnya. Pada beberapa organisme lainnya.

Proses metagenesis dapat terjadi baik pada tumbuhan maupun hewan. seperti contoh hewan yang mengalami proses metagenesis misal ubur-ubur, sedangkan metagenesis pada tumbuhan terjadi pada tumbuhan paku dan ganggang.

Metagenesis Pada Tumbuhan lumut

Tumbuhan lumut adalah salah satu kelompok tumbuhan yang tergolong sebagai tumbuhan primitive, artinya sudah ada sejak zaman dahulu. Struktur susunan tubuhnya masih sangat sederhana, disertai juga dengan system perkembangbiakan / reproduksinya. Mungkin sebagian besar kita jarang mengamati proses reproduksi pada lumut dari fase sporofit (fase aseksual) ke fase gametofit (fase seksual).

Tumbuhan lumut yang kita lihat di tempat-tempat lembab merupakan dalam fase gametofit atau fase kawin. Pada fase gametofit adalah fase dimana tumbuhan menghasilkan sel- sel gamet jantan dan betina. Sementara fase sporofit merupakan fase tumbuhan menghasilkan spora.

Fase gametofit pada tumbuhan lumut lebih dominan dibanding fase sporofit. Sel gamet jantan (sperma) tumbuhan lumut dihasilkan oleh anteridium, sementara sel ovum (gamet betina) dihasilkan oleh arkegonium. Baik anteridium dan arkegonium terletak di ketiak daun atau tempat yang berlainan.

Sel sperma tumbuhan lumut memiliki ekor serta memerlukan lingkungan yang berair dan lembab untuk memudahkan pergerakkannya. Maka dari itu, habitat tumbuhan lumut ialah lingkungan yang lembab dan berair hal ini untuk memudahkan fase reproduksinya.

Sel sperma akan membuahi ovum dan membentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio yang akan menghasilkan spora dalam kotak spora (sporangium). Pada saat spora matang, maka sporangium akan terpecah, sehingga spora akan berterbangan terbawa angin sampai pada tempat yang sesuai dan akan berkecambah menjadi protonema yang akan menjadi tumbuhan lumut. Dan siklus ini akan terus berulang dalam fase hidup tumbuhan lumut.

Metagenesis Tumbuhan Paku

Sama seperti tumbuhan lumut, tumbuhan paku juga merupakan salah satu dari tumbuhan primitif. Hal ini dilihat dari struktur susunan yang dimiliki tumbuhan lumut dan paku. Proses Reproduksi antara fase seksual ke fase aseksual juga terjadi pada tumbuhan paku. Oleh karena itu tumbuhan paku menjadi salah satu contoh dalam artikel pengertian metagenetis dan contohnya.

Tumbuhan paku yang tumbuh di lingkungan yang lembab merupakan tumbuhan sporofit atau tumbuhan yang menghasilkan spora. Jika kamu pernah mengamati tumbuhan paku, maka kamu pasti akan menemukan bintik-bintik coklat di bawah daun-daun tumbuhan paku.

Perkembangan gametofit pada tumbuhan paku berlangsung sangat singkat. Sementara fase sporofit merupakan fase yang dominan atau lebih lama. Tidak semua daun tumbuhan paku mengandung spora pada bagian permukaan bawah. Daun yang memiliki spora disebut sporofil, sementara daun yang tidak memiliki spora berfungsi untuk berfotosintesis disebut tropofil. Namun ada daun fotosintesis memiliki spora dibawahnya sehingga disebut troposporofil.

Spora-spora tumbuhan paku terbungkus dalam sporangium. Indusium adalah jaringan terluar yang melindungi sporangium – sporangium. Ketika spora matang, maka lapisan pelindung akan pecah sehingga membebaskan spora. Tumbuhan paku memiliki habitat yang sama dengan tumbuhan lumut.

Ketika spora jatuh ditempat yang sesuai yaitu lembab, maka spora akan berkecambah menjadi protalium yang merupakan fase gametofit tumbuhan paku. Protalium akan menghasilkan sel-sel gamet, jantan dan betina. Fertilisasi antara sel gamet jantan dan betina akan menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi tumbuhan paku muda. Tumbuhan paku yang terbentuk ini akan kembali menghasilkan spora-spora, mengulagi siklus hidup dari tumbuhan paku.

Metagenesis Pada Hewan

Pada hewan tingkat rendah terjadi pula pergiliran keturunan dari fase seksual ke fase aseksual . penjelsan pengertian metagenesis dan contohnya Adalah kelompok coelenterata (hewan berongga), yaitu seperti pada ubur – ubur dan obelia mengalami fase kehidupan yang menghasilkan individu – individu dengan siklus aseksual dan seksual.

Ubur – ubur yang kita lihat merupakan dalam fase gametofit atau fase menghasilkan sel gamet. Ubur – ubur hanya akan menghasilkan satu jenis sel gamet, artinya terdapat ubur – ubur jantan dan ubur – ubur betina.

Ketika sel sperma membuahi sel ovum, maka akan terbentuk zigot yang akan berkembang menjadi larva berflagel. Larva ubur – ubur akan mencari tempat yang cocok untuk berkembang lebih lanjut.

Ketika larva berflagel ini menemukan tempat yang cocok maka larva akan menempel di dasar perairan (sesil) dan tumbuh dan berkembang membentuk polip, yang merupakan fase aseksual. Fase ini ditandai dengan bentuk seperti pohon yang bercabang – cabang. Tiap – tiap batang akan memiliki polip yang akan membentuk ubur – ubur.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *