Perbedaan Kultur Jaringan Pada Hewan dan Tumbuhan

Perkembangbiakan merupakan suatu faktor yang sangat penting bagi satu kesatuan makhluk hidup. Melalui proses inilah setiap makhluk hidup mampu memiliki keturunan sehingga menyebar ke seluruh penjuru bumi. Kemampuan untuk berkembang biak merupakan salah satau cara mewariskan keturunan dan dimiliki pada setiap makhluk hidup . Maka tidak heran jika ada banyak sekali makhluk hidup yang memiliki cara yang berbeda-beda dalam melakukan proses perkembang biakannya.

Secara umum, perkembangbiakkan suatu mahkluk hidup biasanya membutuhkan dua unsur utama yaitu sel telur dan sel sperma. Namun, dalam perkembangannya saat ini ditemukan bahwa tidak semua perkembangan membutuhkan kedua unsur tersebut, seperti halnya pada tumbuhan. Dimana pada tumbuhan ditemukan beberapa jaringan yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru tanpa adanya sel sperma dan telur. Kemampuan ini sendiri biasanya disebut perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan.

Selain dari perkambangbiakkan vegetatif pada tumbuhan, ternyata dapat juga ditemukan pada beberapa jenis hewan, meskipun perkembangbiakannya berupa perkembangbiakkan vegetatif buatan. Perkembangbiakan secara vegetatf buatan ini disebut sebagai kultur jaringan. Metode ini sendiri pada dasarnya dapat diterapkan baik pada tumbuhan dan hewan, meskipun ada perbedaan antara keduanya.

Meskipun sama-sama keduanya merupakan jenis makhluk hidup yang menggunkan metode kultur jaringan, namun ada beberapa faktor yang dapat membedakannya, seperti :

1. Penggunaan Kultur Jaringan

Perbedaan jaringan hewan dan tumbuhan terdapat pada penggunaan masing-masing jaringan yang ada. Namun, pada tumbuhan jaringan yang sering digunakan adalah jaringan yang masih mudah dan memiliki kemampuan pembelahan yang sangat tinggi. Jaringan ini disebut sebagai jaringan meristem apikal, biasanya terletak di ujung akar dan ujung tumbuh dari batang.

Sedangkan kultur jaringan hewan biasanya akan menggunakan stem cell atau sel yang belum mengalami pengkhususan. Biasanya stem sell ini ditemukan pada bayi yang baru lahir yaitu di daerah sekitar pusar. Namun, tak jarang juga jaringan yang digunakan adalah organ yang ada di dalam tubuh. Salah satu contohnya adalah bagian hati. Hati manusia merupakan salah satu bagian yang bisa dikatakan memiliki kemampuan regenerasi yang cukup cepat.

2. Metode Kultur Jaringan

Didalam metode kultur jaringan sendiri ada beberapa perbedaan pada hewan dan tumbuhan. Dimana kultur jaringan tumbuhan bisa dikatakan jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan kultur jaringan pada hewan. Hal ini dikarenakan struktur sel dan membran sel dari tumbuhan yang lebih sederhana sehingga jauh lebih mudah dalam memperbanyak diri dan memuncilkan ogasnisme baru berdasarkan kebutuhan.

Sedangkan pada kultur jaringan hewan, terkadang probabilitas keberhasilan yang dicapai tidak terlalu besar. Hal ini dikarenakan sifat dan karakteristik dari sel hewan itu sendiri.

3. Hasil Kultur Jaringan

Perbedaan yang ketiga terletak pada hasil yang diharapkan dari kultur jaringan itu sendiri. Pada kultur jaringan yang dilakukan hewan, maka diharapkan dari sel yang dikulturkan tersebut menjadi berbagai macam jenis jaringan lain yang ada di bagian tubuh dari hewan tersebut. sehingga tingkat diferensiasi pada kultur jaringan hewan dapat dikatakan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan diferensiasi pada kultur jaringan tumbuhan.

Sedangkan pada kultur jaringan suatu tumbuhan, bagian yang telah melalui proses kulturasi tersebut akan mejadi suatu individu baru dan hasilnya akan menyerupai individu induk. Disini kita dapaf melihat bahwa pada kultur jaringan yang terjadi pada tumbuhan akan langsung memyerupai individu baru yang dapat dikatakan sempurna.

Berbanding terbalik dengan hewan yang mana, pada kultur jaringan hewan hanya akan membentuk jaringan atau sel yang dikehendaki tanpa membentuk individu baru secara sempurna. Meskipun pada beberapa kasus yang ada dapat juga dibentuk sebuah individu sempurna.

4. Kegunaan Kultur Jaringan

Kultur jaringan yang biasa dilakukan pada suatu hewan biasanya lebih berfungsi pada penelitian medis. Selain itu kultur jaringan pada hewan sendiri juga sering digunakan untuk metode pengobatan. Dengan demikian suatu jaringan tertentu dari hewan yang dikulturkan berfungsi memperbaiki bagian atau jaringan yang mengalami kerusakan.

Untuk membuat individu baru menggunakan kultur jaringan pada hewan bisa dikatakan masih dianggap taboo dan perlu penelitian lebih lanjut. Sedangkan pada kultur jaringan yang dilakukan pada tumbuhan, biasanya dilakukan untuk menyelamatkan individu dari kepunahan. Atau dapat juga digunakan untuk membuat individu baru yang memiliki keunggulan lebih dari individu indukan.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai perbedaan kultur jaringan hewan dan tumbuhan yang bisa kalian temukan. Semoga informasi tadi bermanfaat.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *